Rabu, 21 September 2016

PENGGUNAAN METODE PEER TEACHING PADA PEMBELAJARAN

DOSEN PENGAMPU         : Dr. SYAMSURIZAL , M.Si






DISUSUN OLEH
KELOMPOK 1

FEFY GUSMARLIA
P2A616007



MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS JAMBI
2016







PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membangun generasi berkualitas. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang, Namun untuk dapat mencapai tujuan dari pendidikan tersebut bukanlah hal yang mudah, Perlu adanya berbagai faktor yang dapat mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
            Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai objek-objek tertentu dan spesifik. Pendidikan bertujuan untuk membelajarkan seorang individu  menuju tahap kedewasaan atau kesempurnaan. Pengertian pendidikan.
            Tujuan Pendidikan Nasional menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab.
Proses pembelajaran disekolah harus menjadi perhatian khusus oleh guru dan siswa. Proses belajar ini didukung oleh kurikulum yang sesuai, kurikulum yang sedang dikembangkan saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.. Keberhasilan pembelajaran berdasarkan kompetensi yang ditetapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Dengan demikian semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (guru dan siswa) telah mengetahui arah pembelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran diperlukan langkah-langkah agar tujuan yang ditetapkan tercapai. Hal-hal yang harus dilakukan adalah menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok.
Pembelajaran akan berhasil, guru diharapkan mampu menerapkan metode yang tepat dan sesuai dengan pengajaran matematika, guru diharapkan menanamkan prinsip atau rumus yang ada. Seperti yang dikemukakan Slameto (2010 : 76) bahwa “ Belajar yang efesien dapat tercapai apabila dapat menggunakan metode belajar yang tepat. Metode belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin”. Dalam hal ini sebelum peserta didik memecahkan masalah dalam pelajaran matematika, peserta didik harus memahami masalah tersebut secara menyeluruh. Ia harus tahu apa yang diketahui, apa yang dicari, rumus atau teorema yang harus digunakan dan cara penyelesaiannya.
Metode pembelajaran Peer Teaching  merupakan metode pembelajaran interaktif dengan sistem pengajaran tutor sebaya yang akan membantu peserta didikyang kurang mampu atau kurang cepat menerima pelajaran dari gurunya. kegiatan tutor sebaya bagi peserta didik merupakan kegiatan yang kaya akan  pengalaman yang sebenarnya merupakan kebutuhan peserta didik itu sendiri. tutor maupun yang ditutori sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
Permasalahan yang dihadapi oleh guru matematika, salah satunya adalah kesulitan peserta didik dalam belajar matematika pada materi kelipatan dan factor persekutuan. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain kesulitan dalam pemahaman konsep, pemecahan masalah (mathematical problem solving), penalaran matematika (mathematical reasoning), koneksi matematika(mathematical conection), penerjemahan soal cerita, komunikasi matematika(mathematical communication), dan hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika perlu diterapkan metode pembelajaran Peer Teaching.
Berdasarkan hasil observasi di SDN No 198/1 Pasar Baru, bahwa sekolah tersebut masih menghadapi masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN No 198/1 Pasar Baru pada pelajaran matematika materi kelipatan dan factor persekutuan. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian di peroleh keterangan sebanyak 13 orang yang mendapatkan nilai di bawah kkm dan 14 orang di atas kkm. Permasalahan ini disebabkan pada proses pembelajaran guru belum menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Proses pembelajaran hanya berpusat kepada guru dan guru belum melibatkan siswa untuk berkomunikasi, dalam penyampaian materi siswa belum memahami penjelasan yang disampaikan guru.
Mengingat begitu pentingnya metode dalam pemecahan masalah matematika, maka untuk menyelesaikan masalah yang pada kenyataannya peserta didik masih kesulitan dalam memahami masalah tersebut, sangat diperlukan langkah-langkah untuk mempermudah pemahamannya. Salah satu metode yang efektif dalam menciptakan pembelajaran aktif dan menyenangkan tentunya dengan melibatkan peserta didik. Pembelajaran dengan suasana belajar aktif dapat menggunakan metode peer Teaching.
Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Sebagai upaya meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran matematika pada masa sekarang, telah banyak dikembangkan metode-metode yang bersifat behavioristik (memanusiakan manusia), seperti: student active learning, quantum learning, quantum teaching, dan peer Teaching. Seluruh metode tersebut digunakan dalam rangka revolusi belajar yang melibatkan guru dan peserta didik sebagai satu kesatuan yang mempunyai hubungan timbal balik. Peran guru sebagai pengajar/ fasilitator, sedangkan peserta didik merupakan individu yang belajar.
2.      Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah
            Berdasarkan  latar belakang masalah di atas  maka rumusan masalah dalam penelitian adalah “ Apakah penggunaan metode Peer Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika di SDN No 198/1 Pasar Baru.
            Untuk memecahkan masalah di atas yaitu ingin menggunakan metode peer teaching dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan memotivasi siswa dalam memecahkan masalah pada saat kegiatan belajar mengajar.
3.      Tujuan
            Mengingat tujuan dari suatu kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika melalui metode pembelajaran Peer Teachimg di SDN No 198/1 Pasar Baru. 








PEMBAHASAN

1. Pengertian Peer Teaching
Metode pembelajaran Peer Teaching  merupakan metode pembelajaran interaktif dengan sistem pengajaran tutor sebaya yang akan membantu peserta didikyang kurang mampu atau kurang cepat menerima pelajaran dari gurunya. kegiatan tutor sebaya bagi peserta didik merupakan kegiatan yang kaya akan  pengalaman yang sebenarnya merupakan kebutuhan peserta didik itu sendiri. tutor maupun yang ditutori sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
Pembelajaran metode Peer Teaching adalah melibat siswa secara aktif, jadi disini satu siswa akan mengajari siswa lain yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam memahami materi  yang diberikan.
Tampaknya lebih mudah bagi peserta didik untuk mengeluarkan pendapat atau pikiran dan kesulitan kepada temannya sendiri ketimbang kepada guru, peserta didiklebih sungkan dan malu. Hal tersebut dimungkinkan karena diantara peserta didiktelah terbentuk bahasa mereka sendiri, tingkah laku, dan juga pertanyaan perasaaan yang dapat diterima oleh semua siswa.
2.      Langkah-Langkah Metode Mengajar Sesama Teman (Peer Teaching Methods)
1.      Guru menjelaskan topik, tujuan pembelajaran, dan langkah/kegiatan yang akan dilalui siswa
2.      Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa secara merata (tiap kelompok terdapat siswa yang pintar)
3.      Di dalam kelompoknya siswa belajar dari dan dengan sesama teman lain dengan cara yang saling menguntungkan serta berbagi pengetahuan, ide, dan pengalaman masing-masing.
4.      Setiap anggota kelompok dituntut memberikan tanggapan serta pendapat mereka sendiri yang nantinya akan disatukan dalam satu kesimpulan.
5.      Setiap kelompok merumuskan hasil diskusinya dalam satu kesimpulan atas dasar kesepakatan bersama.
6.      Beberapa menit kemudian (sekitar 20 menit) salah satu anggota masing-masing kelompok secara bergiliran mengajarkan hasil temuannya di hadapan kelompok lain.
7.      Setiap kelompok diminta memberikan tanggapan (kritik, saran, pendapat, pertanyaan, komentar, dll)
8.      Perbedaan pendapat didiskusikan sampai permasalahan terpecahkan
9.      Setiap masalah baru yang muncul dicatat oleh guru dan diberikan solusinya
10.  Guru memberi kesimpulan permasalahan dan pemecahannya, sehingga pemahaman setiap siswa seragam.
11.  Penilaian dilakukan oleh guru saat proses pembelajaran sedang berlangsung (terutama pada langkah 3)
3.      Keunggulan Metode Peer Teaching
·         Meningkatkan motivasi belajar siswa
·         Meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran
·         Meningkatkan interaktif sosial siswa dalam pembelajaran
·         Mendorong siswa ke arah berpikir tingkat tinggi
·         Mengembangkan keterampilan bekerja dalam kelompok
·         Meningkatan rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri
·         Membangun semangat bekerja sama
·         Melatih keterampilan berkomunikasi
·         Meningkatkan hasil belajar
4.      Kelemahan Metode Peer Teaching
·         Memerlukan waktu yang relatif lama
·         Jika siswa tidak memiliki dasar pengetahuan yang relevan maka metode ini menjadi tidak efektif
·         Kemungkinan didominasi oleh siswa yang suka berbicara, pintar, atau yang ingin menonjolkan diri
·         Tidak semua guru benar-benar memahami cara masing-masing siswa bekerja di kelompok
·         Perlu dimodifikasi agar sesuai diterapkan pada siswa SD (teknik ini biasanya diterapkan di PT)
·         Memerlukan perhatian guru yang ekstra ketat


4 komentar:

  1. ibu ijin bertanya bagaimana jika teman temannya banyak yang kurang memahami tentang materi itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemahaman siswa berbeda-beda jadi kita pilih salah satu siswa yang tingkat pemahamannya lebih tinggi di antara teman lainnya...trimakasih

      Hapus
  2. Aslmkm, bu Metode Peer Teaching dapat diterapkan di kelas rendah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wss...kita harus melihat situasi dan kondisi pemahaman siswa didalam kelas, apabila kemampuan siswa ada yang lebih tinggi pemahamannya dari teman lainnya, maka metode ini bisa kita terapkan.

      Hapus