PENGGUNAAN METODE PEER TEACHING PADA PEMBELAJARAN
DOSEN PENGAMPU : Dr. SYAMSURIZAL , M.Si
DISUSUN OLEH
KELOMPOK
1
FEFY GUSMARLIA
P2A616007
MAGISTER
PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS
JAMBI
2016
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pendidikan memegang peranan yang sangat
penting dalam membangun generasi berkualitas. Penyelenggaraan pendidikan yang
berkualitas merupakan investasi jangka panjang, Namun untuk dapat mencapai
tujuan dari pendidikan tersebut bukanlah hal yang mudah, Perlu adanya berbagai
faktor yang dapat mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan merupakan suatu proses
pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih
tinggi mengenai objek-objek tertentu dan spesifik. Pendidikan bertujuan untuk
membelajarkan seorang individu menuju
tahap kedewasaan atau kesempurnaan. Pengertian pendidikan.
Tujuan Pendidikan Nasional menurut
UU No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang
bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab.
Proses pembelajaran disekolah harus menjadi perhatian khusus oleh guru dan
siswa. Proses belajar ini didukung oleh kurikulum yang sesuai, kurikulum yang
sedang dikembangkan saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
tahun 2006. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan
oleh masing-masing satuan pendidikan.. Keberhasilan pembelajaran berdasarkan
kompetensi yang ditetapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Dengan demikian
semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (guru dan
siswa) telah mengetahui arah pembelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan
pembelajaran diperlukan langkah-langkah agar tujuan yang ditetapkan tercapai.
Hal-hal yang harus dilakukan adalah menggunakan strategi pembelajaran yang
sesuai dengan materi pokok.
Pembelajaran akan berhasil, guru diharapkan mampu menerapkan metode yang tepat dan sesuai dengan pengajaran
matematika, guru diharapkan menanamkan prinsip atau rumus yang ada. Seperti
yang dikemukakan Slameto (2010 : 76) bahwa “ Belajar yang efesien dapat
tercapai apabila dapat menggunakan metode belajar yang tepat. Metode belajar diperlukan untuk dapat mencapai
hasil yang semaksimal mungkin”. Dalam hal ini sebelum peserta didik memecahkan masalah dalam pelajaran
matematika, peserta didik harus memahami masalah tersebut secara menyeluruh. Ia harus tahu apa yang
diketahui, apa yang dicari, rumus atau teorema yang harus digunakan dan cara
penyelesaiannya.
Metode pembelajaran Peer Teaching merupakan metode pembelajaran
interaktif dengan sistem pengajaran tutor sebaya yang akan membantu
peserta didikyang kurang mampu atau kurang
cepat menerima pelajaran dari gurunya. kegiatan tutor sebaya bagi peserta didik merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman
yang sebenarnya merupakan kebutuhan peserta didik itu
sendiri. tutor maupun yang ditutori
sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang
ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
Permasalahan yang dihadapi oleh guru matematika, salah satunya adalah
kesulitan peserta didik dalam belajar matematika pada materi kelipatan dan factor persekutuan. Kesulitan-kesulitan
tersebut antara lain kesulitan dalam pemahaman konsep, pemecahan masalah (mathematical
problem solving), penalaran matematika (mathematical
reasoning), koneksi matematika(mathematical conection), penerjemahan
soal cerita, komunikasi matematika(mathematical communication), dan hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika perlu diterapkan metode pembelajaran Peer Teaching.
Berdasarkan
hasil observasi di SDN No 198/1 Pasar Baru, bahwa sekolah tersebut masih
menghadapi masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN No 198/1 Pasar
Baru pada pelajaran matematika materi kelipatan dan factor persekutuan. Hal ini
dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian di peroleh keterangan sebanyak 13
orang yang mendapatkan nilai di bawah kkm dan 14 orang di atas kkm.
Permasalahan ini disebabkan pada proses pembelajaran guru belum menggunakan
metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Proses pembelajaran
hanya berpusat kepada guru dan guru belum melibatkan siswa untuk berkomunikasi,
dalam penyampaian materi siswa belum memahami penjelasan yang disampaikan guru.
Mengingat begitu pentingnya metode dalam
pemecahan masalah matematika, maka untuk menyelesaikan masalah yang pada
kenyataannya peserta didik masih kesulitan dalam memahami masalah tersebut,
sangat diperlukan langkah-langkah untuk mempermudah pemahamannya. Salah satu metode
yang efektif dalam menciptakan pembelajaran aktif dan menyenangkan tentunya
dengan melibatkan peserta didik. Pembelajaran dengan suasana belajar aktif dapat
menggunakan metode peer Teaching.
Keberhasilan proses pembelajaran
merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah.
Sebagai upaya meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran matematika pada masa
sekarang, telah banyak dikembangkan metode-metode yang bersifat behavioristik (memanusiakan
manusia), seperti: student active learning, quantum learning, quantum
teaching, dan peer Teaching. Seluruh metode tersebut
digunakan dalam rangka revolusi belajar yang melibatkan guru dan peserta didik sebagai satu kesatuan yang mempunyai
hubungan timbal balik. Peran guru sebagai pengajar/ fasilitator, sedangkan
peserta didik merupakan individu yang belajar.
2. Rumusan Masalah dan
Pemecahan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian adalah
“ Apakah penggunaan metode Peer
Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata
pelajaran matematika di SDN No 198/1 Pasar Baru.
Untuk
memecahkan masalah di atas
yaitu
ingin menggunakan metode peer
teaching dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan
memotivasi siswa dalam memecahkan masalah pada saat kegiatan belajar mengajar.
3. Tujuan
Mengingat tujuan dari suatu kegiatan
untuk mencapai hasil yang diharapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV
pada mata pelajaran matematika melalui metode pembelajaran Peer Teachimg di
SDN No 198/1 Pasar Baru.
PEMBAHASAN
1. Pengertian Peer Teaching
Metode pembelajaran Peer Teaching merupakan metode pembelajaran
interaktif dengan sistem pengajaran tutor sebaya yang akan membantu
peserta didikyang kurang mampu atau kurang
cepat menerima pelajaran dari gurunya. kegiatan tutor sebaya bagi peserta didik merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman
yang sebenarnya merupakan kebutuhan peserta didik itu
sendiri. tutor maupun yang ditutori
sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang
ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
Pembelajaran metode Peer Teaching adalah melibat siswa secara aktif, jadi disini satu
siswa akan mengajari siswa lain yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam
memahami materi yang diberikan.
Tampaknya lebih mudah bagi peserta didik untuk mengeluarkan pendapat atau pikiran dan kesulitan kepada temannya sendiri
ketimbang kepada guru, peserta didiklebih sungkan dan malu. Hal tersebut
dimungkinkan karena diantara peserta didiktelah terbentuk bahasa mereka
sendiri, tingkah laku, dan juga pertanyaan perasaaan yang dapat
diterima oleh semua siswa.
2. Langkah-Langkah Metode Mengajar Sesama Teman (Peer
Teaching Methods)
1. Guru menjelaskan topik, tujuan pembelajaran, dan langkah/kegiatan yang akan
dilalui siswa
2.
Membagi siswa menjadi
beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa secara merata (tiap kelompok
terdapat siswa yang pintar)
3.
Di dalam kelompoknya
siswa belajar dari dan dengan sesama teman lain dengan cara yang saling
menguntungkan serta berbagi pengetahuan, ide, dan pengalaman masing-masing.
4.
Setiap anggota
kelompok dituntut memberikan tanggapan serta pendapat mereka sendiri yang nantinya
akan disatukan dalam satu kesimpulan.
5.
Setiap kelompok
merumuskan hasil diskusinya dalam satu kesimpulan atas dasar kesepakatan
bersama.
6.
Beberapa menit
kemudian (sekitar 20 menit) salah satu anggota masing-masing kelompok secara
bergiliran mengajarkan hasil temuannya di hadapan kelompok lain.
7.
Setiap kelompok
diminta memberikan tanggapan (kritik, saran, pendapat, pertanyaan, komentar,
dll)
8.
Perbedaan pendapat
didiskusikan sampai permasalahan terpecahkan
9.
Setiap masalah baru
yang muncul dicatat oleh guru dan diberikan solusinya
10.
Guru memberi
kesimpulan permasalahan dan pemecahannya, sehingga pemahaman setiap siswa
seragam.
11.
Penilaian dilakukan
oleh guru saat proses pembelajaran sedang berlangsung (terutama pada langkah 3)
3. Keunggulan Metode Peer Teaching
·
Meningkatkan motivasi
belajar siswa
·
Meningkatkan kualitas
dan proses pembelajaran
·
Meningkatkan
interaktif sosial siswa dalam pembelajaran
·
Mendorong siswa ke
arah berpikir tingkat tinggi
·
Mengembangkan
keterampilan bekerja dalam kelompok
·
Meningkatan rasa
tanggung jawab untuk belajar sendiri
·
Membangun semangat
bekerja sama
·
Melatih keterampilan
berkomunikasi
·
Meningkatkan hasil
belajar
4.
Kelemahan
Metode Peer Teaching
·
Memerlukan waktu yang
relatif lama
·
Jika siswa tidak
memiliki dasar pengetahuan yang relevan maka metode ini menjadi tidak efektif
·
Kemungkinan didominasi
oleh siswa yang suka berbicara, pintar, atau yang ingin menonjolkan diri
·
Tidak semua guru
benar-benar memahami cara masing-masing siswa bekerja di kelompok
·
Perlu dimodifikasi
agar sesuai diterapkan pada siswa SD (teknik ini biasanya diterapkan di PT)
·
Memerlukan perhatian
guru yang ekstra ketat